Siap-siap! Pemerintah Gelontorkan Rp 2,5 Miliar per Desa Lewat Program Sehati, Ini Peruntukannya
TERNATE, — Pemerintah Pusat terus memacu percepatan pembangunan ekonomi dari tingkat tapak. Dalam Rapat Koordinasi dan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digelar di Area Perikanan Ternate, Rabu (5/8/2026), pemerintah menegaskan komitmen penguatan modal usaha dan Sumber Daya Manusia (SDM) desa secara masif.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., menyampaikan bahwa melalui Program Sehati, pemerintah menyalurkan anggaran mencapai Rp2,5 miliar yang diperuntukkan bagi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Desa (Kopdes).
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat unit usaha lokal, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta menyokong ketahanan pangan di daerah.

Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si. (IMS), yang hadir langsung dalam forum strategis tersebut, menyambut positif penggelontoran program prioritas ini.

Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Pemkab Halmahera Tengah dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok pangan nasional.

Selain bantuan permodalan, Mendes PDT juga membeberkan program pemuda unggulan bertajuk “Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia”.
Program ini membuka peluang beasiswa magang ke Jepang bagi satu orang perwakilan dari setiap desa dengan potensi penghasilan mencapai Rp17 juta per bulan.
Penguatan Protein Maritim dan Koperasi Desa
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya terobosan daerah di sektor pangan nasional.
Khusus Maluku Utara, fokus diarahkan pada penguatan protein maritim melalui pembentukan 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih dari target nasional 40.000 titik hingga 2028.
“Pemerintah kabupaten/kota diimbau menyiapkan lahan kosong 1.000 meter persegi hingga 1 hektare untuk Kampung Nelayan, yang dikelola desa melalui skema kolaborasi dengan lembaga lokal atau pesantren,” ujar Zulkifli.
Pemerintah juga menargetkan pendirian 75.206 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia. Kopdes ini diposisikan sebagai infrastruktur logistik strategis penyaluran bantuan pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi masyarakat desil 1 hingga 3.

Kegiatan yang digagas Asosiasi Desa Seluruh Indonesia ini turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, anggota DPR RI Verrell Bramasta, Governor Maluku Utara, serta jajaran pimpinan daerah se-Maluku Utara.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah demi pemerataan ekonomi berbasis desa. (Dano)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.