JIS Bakal Dipakai Futsal, Janji Kandang Persija Dipertanyakan!
Viralterkini.id, Jakarta — Kabar rencana penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) untuk Grand National Championship futsal pada 19–20 Desember 2026 menghadirkan pertanyaan serius mengenai kepastian kandang Persija Jakarta. Persoalan penggunaan stadion bukan hanya menyangkut lokasi pertandingan, tetapi juga dapat berhubungan dengan sanksi kompetisi apabila perpindahan kandang melanggar regulasi.

Informasi mengenai agenda futsal tersebut telah beredar di media sosial. Namun, belum ada kepastian dalam informasi yang tersedia bahwa kegiatan itu akan berbenturan dengan pertandingan kandang Persija atau memaksa Macan Kemayoran menggunakan stadion alternatif.
Meski demikian, rencana tersebut menjadi pengingat terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan JIS sebagai rumah utama Persija. Kepastian penggunaan stadion menjadi penting agar klub dapat menyusun agenda pertandingan tanpa dibayangi persoalan kandang.
Pindah Stadion Ada Batasnya, Sanksi Poin Menanti Pelanggaran


Pasal 33 ayat 8 Regulasi BRI Super League 2026/27 mengatur bahwa penggunaan stadion alternatif terdaftar dibatasi maksimal empat kali dalam satu musim untuk alasan sebagaimana disebutkan pada ayat 7 huruf a, b, dan c.
Alasan tersebut meliputi perbaikan atau renovasi stadion utama, pertimbangan keamanan berdasarkan rekomendasi pihak berwenang, serta kegiatan berskala nasional yang menyangkut kepentingan kedinasan pemerintah pusat maupun daerah.
Pelanggaran atas ketentuan itu dikenai pengurangan satu poin pada musim berjalan. Regulasi juga mengatur pengurangan poin untuk setiap akumulasi empat kali perpindahan stadion berikutnya. Artinya, sanksi tersebut tidak otomatis dijatuhkan setiap kali klub menggunakan stadion alternatif.
Dalam konteks Persija, keberadaan agenda futsal di JIS saja belum membuktikan adanya pelanggaran. Perlu dipastikan terlebih dahulu apakah terjadi perpindahan pertandingan, alasan perpindahannya, serta jumlah penggunaan stadion alternatif yang diperhitungkan oleh operator kompetisi.
Belum ada dasar dalam informasi yang tersedia untuk menyatakan Persija telah terkena atau pasti akan menerima pengurangan poin akibat agenda tersebut.
Janji Pramono: JIS Jadi Kandang Utama Persija
Komitmen menjadikan JIS sebagai markas Macan Kemayoran sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Minggu, 9 Agustus 2026.
“Pemerintah DKI secara sungguh-sungguh juga mempersiapkan Stadion Jakarta International Stadium atau JIS menjadi kandang utama atau kandangnya Persija,” kata Pramono saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
Pramono menjelaskan bahwa dukungan pemerintah tidak sebatas menyediakan stadion. Kenyamanan, keamanan, akses transportasi, dan pengaturan kegiatan lain di JIS juga menjadi perhatian.
Ia turut membahas perlunya pengaturan agenda agar penggunaan stadion, terutama untuk konser, tidak berbenturan dengan pertandingan penting Persija.
Komitmen tersebut membuat kepastian kalender JIS menjadi hal yang perlu diperjelas. Status kandang utama perlu ditopang pengaturan jadwal yang memungkinkan Persija menjalankan pertandingan sesuai ketentuan kompetisi.
Jakpro Perlu Perjelas Jadwal dan Dampaknya
Berdasarkan bahan informasi yang tersedia, belum terdapat konfirmasi lebih lanjut dari Jakpro mengenai kemungkinan benturan agenda futsal dengan laga kandang Persija maupun kebutuhan menggunakan stadion pengganti.
Penjelasan mengenai area stadion yang digunakan, waktu persiapan, pelaksanaan, dan pembongkaran fasilitas juga diperlukan untuk mengetahui dampak sebenarnya terhadap kesiapan JIS menggelar pertandingan sepak bola.
Koordinasi antara pengelola stadion, penyelenggara acara, Persija, dan operator liga menjadi penting. Apalagi, perpindahan kandang memiliki ketentuan yang dapat berujung pada konsekuensi terhadap perolehan poin jika dilanggar.
Kini, pertanyaan utamanya adalah bagaimana memastikan agenda JIS berjalan tanpa mengganggu kepastian kandang Persija. Janji menjadikan stadion itu rumah Macan Kemayoran membutuhkan kepastian pelaksanaan, termasuk perlindungan terhadap kepentingan klub dalam menjalani kompetisi. (ma)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.