Jangan sampai Tertukar! Ini Perbedaan Kata “Dhahar” dan “Nedha” dalam Bahasa Krama
KabarJawa.com – Belajar Bahasa Jawa sebenarnya memang gampang-gampang susah. Uniknya, bahasa ini tidak hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga alat untuk menunjukkan rasa hormat dan etika sopan santun.
Salah satu momen yang paling sering membuat pemula atau siapapun yang baru belajar Bahasa Jawa merasa kebingungan yakni saat ingin mengucapkan kata “makan”. Ada dua kata yang sering terdengar, yaitu Dhahar dan Nedha.
Keduanya sama-sama berarti makan dan sama-sama terdengar halus. Namun, jika penggunaannya tertukar, Anda bisa dianggap kurang sopan, sombong, atau tidak tahu tata krama (ora ngerti unggah-ungguh).
Agar tidak salah ucap di depan calon mertua atau atasan, mari kita bedah secara tuntas Perbedaan Kata “Dhahar” dan “Nedha” berikut ini.
Mengenal Hierarki Bahasa Jawa
Sebelum masuk ke intinya, kita perlu memahami fondasinya dulu. Berdasarkan laman resmi UIN Sunan Kalijaga, tutur kata Jawa dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari Ngoko, Madya, Krama, dan Krama Inggil.
Tujuannya bukan untuk membeda-bedakan kasta, melainkan untuk menempatkan diri dan memuliakan orang lain. Nah, kata “makan” memiliki tempatnya masing-masing dalam hierarki ini.
Kata “Dhahar” (Krama Inggil)
Kata ini menduduki kasta tertinggi untuk aktivitas makan. Adapun kata yang satu ini wajib digunakan untuk orang lain yang kita hormati. Targetnya bisa orang tua, guru, atasan di kantor, atau orang yang lebih tua dari kita.
Kata ini pun tidak boleh digunakan untuk diri sendiri. Jika Anda menyebut diri sendiri dengan kata “dhahar”, Anda akan dianggap meninggikan diri sendiri atau sombong.
Adapun contoh penggunannya adalah sebagai berikut.
- “Mangga Bapak dhahar rumiyin.” (Silakan Bapak makan dulu.)
Contoh Salah:
- “Kula sampun dhahar.”
Kata “Nedha” (Krama Madya)
Kata ini berada di tingkat menengah. Kata ini lebih sopan daripada “mangan” (Ngoko), tetapi posisinya di bawah “dhahar”.
Kata ini bisa digunakan untuk diri sendiri atau ketika bertemu dengan orang baru. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.
- “Kula nedha bareng kanca-kanca (Saya makan bareng teman-teman)
Ada Perbedaan Mendasar
Jadi kesimpulannya, kunci utama memahami perbedaan kata “Dhahar” dan “Nedha” terletak pada subjeknya. Jika Anda ingin bertanya apakah orang tua sudah makan, gunakanlah Dhahar. Namun, jika Anda ingin menceritakan bahwa Anda sendiri sedang makan, gunakanlah Nedha.
Nah, itulah tadi penjelasan lengkap mengenai perbedaan “Dhahar” dan “Nedha” yang patut Anda perhatikan jika Anda belajar Bahasa Jawa Krama.***
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita