Banjir dan Tanah Longsor Hantam Gedangsari Gunungkidul, Wilayah yang Selalu Kesulitan Air Bersih saat Kemarau Kini Diterjang Bencana
KabarJawa.com – Hujan lebat yang mengguyur Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa, 18 Februari 2026 memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.
Peristiwa tersebut menyebabkan rumah warga terdampak serta akses jalan tertutup material longsoran.
Pemerintah Kapanewon Gedangsari melakukan pendataan dan koordinasi evakuasi bersama dukuh serta relawan setempat.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, menyampaikan bahwa intensitas hujan tinggi memicu luapan air dan pergerakan tanah di beberapa wilayah rawan.
“Kami langsung melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan dukuh serta relawan. Warga yang terdampak langsung kami evakuasi ke tempat aman,” ujarnya.
Rumah Warga Tegalrejo Tergenang
Luapan air merendam sejumlah rumah di Kalurahan Tegalrejo. Di Padukuhan Ngipik, rumah milik Joko Mulyono di RT 02/RW 03 terdampak dan empat jiwa mengungsi sementara ke masjid terdekat.
Rumah milik Saiman di RT 02/RW 03 juga terdampak dan tiga jiwa mengungsi ke rumah warga sekitar.
Air menggenangi rumah dan merusak sebagian perabotan.
Setelah air surut, warga melakukan pembersihan lumpur dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.
Di Padukuhan Trembono, tujuh rumah di RT 02, RT 03, dan RT 05 RW 10 terdampak, masing-masing milik Suparman, Sugiyanta, Slamet, Suharni, Roni Widodo, Sukino, dan Samiyem.
Kerugian sementara berupa perabot rumah tangga yang terendam.
Longsor Tutup Jalan dan Timpa Bangunan
Tanah longsor terjadi di tiga titik jalan kabupaten penghubung Trembono–Hargosari, Tegalrejo.
Material tanah dan batu menutup sebagian badan jalan dan menghambat mobilitas warga.
Longsor juga menutup Jalan Cermo akses Gupit–Ketelo serta menimpa rumah milik Yono Miharjo (RT 05/RW 10) di Trembono.
Warga merencanakan kerja bakti untuk membersihkan material longsoran.
Di Kalurahan Hargomulyo, longsor menutup akses jalan bagi sekitar tujuh kepala keluarga di Jatibungkus RT 004.
Pemerintah setempat memasang rambu peringatan dan menyalurkan logistik untuk mendukung pembersihan.
Beberapa titik lain di Hargomulyo meliputi rumah Surip di Suruh RT 001, dapur rumah Sumarjo di Suruh RT 003 yang mengalami kerusakan, kandang milik Suprehanto di Suruh RT 003, rumah Heru Supriyanto di Pace B RT 004, serta akses jalan di Jambon RT 001 yang tertutup material longsor dan menghambat dua kepala keluarga.
Pendataan dan Kewaspadaan Lanjutan
Pemerintah kalurahan bersama warga memasang rambu peringatan, menyalurkan terpal, dan mengatur distribusi logistik untuk mendukung kerja bakti pembersihan.
Panewu Gedangsari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan, terutama di wilayah yang memiliki retakan tanah atau tanda pergerakan tanah.
“Kami mengerahkan seluruh unsur untuk siaga. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan saling membantu,” katanya.
Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aparat kapanewon dan warga masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian serta memastikan seluruh akses dan permukiman kembali aman.
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita