Ini Strategi Pemkot Yogyakarta Naikkan Derajat Kesehatan Warga
2 mins read

Ini Strategi Pemkot Yogyakarta Naikkan Derajat Kesehatan Warga


Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA– Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyalakan semangat baru dalam pembangunan kesehatan warganya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat harus menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi langsung pada kebutuhan warga.

Hasto menyatakan, penguatan layanan kesehatan primer menjadi prioritas utama. Pemkot Yogyakarta terus meningkatkan fasilitas kesehatan, memperluas pelatihan tenaga medis, serta memperkuat program kunjungan rumah bagi warga yang membutuhkan.

Strategi Pemkot Yogyakarta ini lahir dari kesadaran bahwa masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas.

“Kami ingin setiap warga Kota Yogya merasakan pelayanan kesehatan tanpa hambatan. Kota ini memiliki fasilitas kesehatan yang relatif lengkap dengan 18 puskesmas, 3 rumah sakit pemerintah, 15 rumah sakit swasta, 124 klinik, serta 171 tempat praktik mandiri dokter. Semua potensi ini kami dorong agar benar-benar optimal melayani masyarakat,” tegas Hasto.

Hasto menuturkan, integrasi antar-fasilitas kesehatan menjadi langkah strategis agar masyarakat tidak terjebak dalam birokrasi berbelit. Warga bisa mendapatkan layanan yang berkesinambungan mulai dari tingkat dasar hingga rujukan rumah sakit.

“Kami tidak ingin ada warga yang kebingungan saat berpindah layanan. Semua sistem harus saling terhubung agar pelayanan menjadi cepat, tepat, dan transparan,” tambahnya.

Selain layanan kuratif, Pemkot Yogyakarta juga menaruh perhatian besar pada aspek promotif dan preventif.

Kampanye edukasi kesehatan gencar berjalan di sekolah, komunitas, hingga ruang publik. Skrining penyakit secara berkala akan mendeteksi dini potensi masalah kesehatan.

“Pemkot Yogya ingin membentuk budaya sehat sejak dini. Kami dorong masyarakat untuk terbiasa menjalani pola hidup sehat, menjaga pola makan, hingga mengelola stres,” jelas Hasto.

Tak hanya itu, peningkatan sanitasi dan kebersihan lingkungan ikut menjadi prioritas. Pemkot menargetkan 100 persen akses air bersih dan sanitasi layak pada 2030.

Untuk mewujudkan target tersebut, program pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di berbagai wilayah.

Meski prevalensi stunting di Kota Yogyakarta relatif rendah, Hasto menegaskan pihaknya tidak akan lengah.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Yogyakarta menjalankan berbagai strategi.

  • Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang
  • Pendampingan ibu hamil berisiko
  • Edukasi pola asuh dan pola tidur balita
  • Pemantauan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri di sekolah

“Penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi atau satu program. Harus ada keterlibatan lintas sektor dan dukungan komunitas agar hasilnya lebih optimal,” tegasnya.

Melalui strategi komprehensif tersebut, Hasto berharap kualitas kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta terus meningkat. Ia meyakini, generasi yang sehat akan melahirkan masyarakat yang lebih produktif dan berdaya saing tinggi. (ef linangkung)



Lifestyle

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru