Indonesia-Inggris Sepakati Kemitraan Strategis di Bidang Inovasi Kesehatan Global
4 mins read

Indonesia-Inggris Sepakati Kemitraan Strategis di Bidang Inovasi Kesehatan Global


Forum Kesehatan Genomik 2025 di London berhasil memperkuat kolaborasi Indonesia-Inggris. Didukung FCDO, kerja sama ini fokus pada riset genomik, investasi, dan keamanan kesehatan di Asia Tenggara.

KabarJawa.com – Forum Kesehatan Genomik 2025 Inggris-Indonesia telah sukses terselenggara di London, berakhir pada 25 November 2025. Forum yang didukung penuh oleh Kementerian Luar Negeri Inggris (Foreign, Commonwealth & Development Office – FCDO), Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, dan Kedutaan Besar Indonesia di London ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan kolaborasi bilateral di bidang kesehatan genomik.

Acara penting ini dihadiri oleh pejabat senior, pembuat kebijakan, dan peneliti utama dari kedua negara, menegaskan komitmen mereka untuk mendorong kemajuan riset, membentuk kebijakan, dan menciptakan inovasi.

​Forum Kesehatan Genomik 2025 yang merupakan edisi kedua ini menegaskan perannya sebagai platform vital untuk dialog strategis dan pertukaran ilmiah, yang akan menjadi pondasi bagi Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris di sektor kesehatan.

​Komitmen Indonesia-Inggris dalam Transformasi Genomik Nasional

​Forum ini menjadi bukti nyata komitmen tinggi dari kedua negara untuk saling menghubungkan keunggulan ilmiah dan ekosistem inovasi demi mencapai hasil pelayanan kesehatan yang merata.

​Acara dibuka oleh Farania Rangkuti, Pendiri dan Direktur GENEPICA. Partisipasi tingkat tinggi ditunjukkan dengan sambutan dari Dr Desra Percaya, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, serta Hon. Dr Zubir Ahmed MP, Menteri Inggris untuk Inovasi Kesehatan dan Keselamatan.

​Mewakili Menteri Kesehatan RI, Ibu Indri Rooslamiati, Direktur BB Binomika dan INA-CRC, menyoroti komitmen strategis Indonesia untuk mengintegrasikan genomik ke dalam perawatan kesehatan nasional.

Forum ini diadakan secara hibrid dan disiarkan langsung ke berbagai lokasi di Indonesia untuk memastikan jangkauan yang luas, menegaskan komitmen Forum Kesehatan Genomik 2025 sebagai sarana berbagi pengetahuan yang inklusif.

​Sorotan Utama Forum: Kesetaraan, Infrastruktur, dan Investasi Genomik

​Diskusi selama dua hari di Forum Kesehatan Genomik 2025 ini menghasilkan pemahaman bersama mengenai tantangan dan peluang dalam penerapan genomik berskala besar:

​Hari Pertama: Dampak Penerapan dan Keamanan Kesehatan

​Fokus sesi ini adalah pada Kesetaraan Kesehatan dan Genomik Patogen, yang mengeksplorasi bagaimana pengawasan genomik memperkuat respon terhadap penyakit menular. Hari pertama juga menjadi momen perkenalan Guidebook Lab Biologi Molekuler, yang akan memandu praktik laboratorium di Indonesia.

​Para pembicara utama, termasuk Prof. Raghib Ali, OBE (CEO, Our Future Health UK) dan Ibu Deborah Porter (Deputy Director for Genomics Service Transformation, NHS England), memberikan analisis tajam terhadap tantangan dan kesempatan untuk proyek-proyek genomik berbasis populasi.

​Hari Kedua: Infrastruktur dan Investasi Masa Depan

​Hari kedua diisi dengan diskusi yang berorientasi ke depan, termasuk sesi pleno Dr Julia Wilson, Direktur Strategi, Kemitraan dan Inovasi di Wellcome Sanger Institute. Panelis membahas pentingnya keragaman genetis dan investasi jangka panjang untuk infrastruktur genomik yang sedang berkembang. Selain itu, The Future of Healthcare Fair menampilkan berbagai inovasi dan peluang investasi di bidang kesehatan.

​Tokoh-tokoh pemikir seperti Dr Adrianto Wirawan (Director of Bioinformatics Engineering, Genomics England) dan Prof. William Newman (Presiden dari European Society of Human Genetics, 2024-2025), turut menjembatani keahlian antara Indonesia-Inggris.

​Memanfaatkan Keragaman Genetik Indonesia

​Perbedaan dan kesetaraan dalam penelitian menjadi tema utama dalam Forum Kesehatan Genomik 2025. Keragaman genetis Indonesia yang luar biasa menawarkan potensi penelitian yang sangat luas, namun di sisi lain terdapat tantangan seperti sistem data yang terfragmentasi serta terbatasnya kesadaran publik.

​Dengan menampilkan lebih dari 30 ahli dari berbagai institusi termasuk Kementerian Kesehatan RI, Wellcome Sanger Institute, dan Universitas Oxford, diskusi yang berlangsung mencakup topik dari genomik patogen hingga pengobatan berbasis kecerdasan buatan yang dipersonalisasi.

​Memastikan keterwakilan berbagai kelompok etnis dalam kumpulan data genomik sangatlah penting untuk menghindari bias dalam diagnosis dan terapi di masa depan. Forum ini secara tegas bertujuan untuk memposisikan Indonesia sebagai kontributor utama dalam pengetahuan genomik global.

​Kolaborasi Jangka Panjang Melalui Kemitraan Strategis

​Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, menegaskan bahwa kolaborasi kesehatan yang dikembangkan melalui Forum Kesehatan Genomik 2025 ini merupakan bagian utama dalam Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris yang akan datang.

​Inisiatif ini akan menjadi katalis bagi penelitian gabungan, kemitraan akademis, serta kerja sama kebijakan untuk mengintegrasikan genomik ke dalam sistem perawatan kesehatan Indonesia.

Dengan menggabungkan keahlian tingkat dunia dari Inggris dalam genomik dengan agenda transformasi kesehatan Indonesia yang ambisius, kedua negara sedang membangun pondasi untuk inovasi yang akan memperbaiki kehidupan di Asia Tenggara.

Dukungan FCDO menjadi kunci untuk mengembangkan kolaborasi kesehatan bilateral yang telah terjalin dengan baik, yang akan dikembangkan lebih mendalam lagi dengan adanya Kemitraan Strategis yang baru, demi mencapai masa depan yang lebih sehat untuk semua.***

Agen234

Agen234

Agen234

Berita Terkini

Artikel Terbaru

Berita Terbaru

Penerbangan

Berita Politik

Berita Politik

Software

Software Download

Download Aplikasi

Berita Terkini

News

Jasa PBN

Jasa Artikel

News

Breaking News

Berita